Lagu “Seyang Metabas” Tembus 1 Juta Views, Industri Musik Singkil Cetak Sejarah

SINGKIL – Dunia musik daerah berbahasa Singkil mencatatkan pencapaian baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebuah lagu berhasil menembus angka 1 juta penayangan di YouTube, sebuah rekor pertama bagi karya musik berbahasa Singkil. Rekor Baru dalam Lima Bulan Lagu berjudul “Seyang Metabas” yang dibawakan oleh penyanyi Yoki Berampu ini dirilis melalui kanal YouTube milik Wanhar…

SINGKIL – Dunia musik daerah berbahasa Singkil mencatatkan pencapaian baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebuah lagu berhasil menembus angka 1 juta penayangan di YouTube, sebuah rekor pertama bagi karya musik berbahasa Singkil.

Rekor Baru dalam Lima Bulan

Lagu berjudul “Seyang Metabas” yang dibawakan oleh penyanyi Yoki Berampu ini dirilis melalui kanal YouTube milik Wanhar Lingga sekitar lima bulan lalu. Dalam waktu yang relatif singkat tersebut, lagu ini sudah mencapai lebih dari 1 juta 18 ribu kali tayang.

Wanhar Lingga, yang juga menjabat sebagai Eksekutif Produser lagu ini sekaligus dikenal sebagai pegiat budaya Singkil, mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah musik berbahasa Singkil. Sebelumnya, belum ada satu pun lagu berbahasa daerah ini yang mampu meraih jumlah penonton sebesar itu dalam kurun waktu sesingkat itu.

Bukti Musik Daerah Bisa Bersaing di Era Digital

Menurut Wanhar, keberhasilan “Seyang Metabas” membuktikan bahwa karya musik daerah memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjangkau audiens yang jauh lebih luas lewat platform digital seperti YouTube.

“Ini merupakan kemajuan bagi industri musik Singkil. Artinya, lagu Singkil sudah mulai diterima bukan hanya oleh penutur bahasa Singkil, tetapi juga oleh masyarakat di luar komunitas penutur bahasa Singkil yang ikut menikmati lagu ini,” ujarnya.

Daya Tarik Lintas Generasi

Popularitas lagu ini dinilai tidak mengenal batas usia. Perpaduan melodi yang mudah diingat, lirik yang menyentuh hati, serta nuansa khas budaya Singkil membuat lagu ini digemari berbagai kalangan pendengar, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.

Fenomena ini sekaligus menegaskan bahwa musik daerah masih memiliki tempatnya sendiri di tengah gempuran musik modern. Media digital seperti YouTube dinilai membuka ruang yang lebih luas agar karya-karya lokal dapat dikenal masyarakat, tidak hanya di tingkat nasional tetapi berpotensi hingga internasional.

Tentang Kisah dalam Lagu

Secara isi, lagu “Seyang Metabas” mengangkat kisah seorang lelaki yang menjalani hari-harinya dalam kepedihan. Digambarkan dengan napas yang berat dan langkah yang goyah, sosok dalam lagu ini terus terbayang-bayang oleh seorang perempuan yang tak mampu ia lupakan.

Ia digambarkan terjebak dalam perasaan cinta yang begitu kuat mengikatnya, hingga seolah hidupnya sepenuhnya bergantung pada sosok tersebut. Di tengah pergolakan batin dan luka yang dialaminya, ia terus berharap menemukan jalan keluar dan kesembuhan dari penderitaan itu.

Diharapkan Jadi Pemicu Semangat Berkarya

Capaian 1 juta penayangan ini diharapkan dapat memotivasi para musisi dan seniman Singkil lainnya untuk terus berkarya. Selain sebagai sarana hiburan, musik dinilai menjadi salah satu jalan efektif untuk melestarikan bahasa daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Singkil kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Dengan pencapaian lebih dari satu juta penonton, “Seyang Metabas” kini tercatat sebagai lagu berbahasa Singkil dengan jumlah penayangan terbanyak sepanjang sejarah, sekaligus menjadi simbol kebangkitan musik daerah yang mampu bersaing di era digital tanpa kehilangan identitas budayanya.

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports