
Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti Desa Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, dalam acara Haflah Akhirussanah, Pentas Seni, dan Wisuda Tahfidz Qur’an Angkatan ke-5 Ahlul Qur’an School tahun 2026. Acara yang dipandu MC cilik Khadijah dan Zubair ini menjadi puncak perayaan atas pencapaian para siswa selama satu tahun belajar Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan.

Acara dibuka dengan penampilan istimewa dari anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), yang membawakan lagu Nama-Nama Malaikat dan Saya Mau ke Mekkah Mengelilingi Kakbah. Penampilan ini mengundang decak kagum hadirin, menunjukkan bahwa Ahlul Qur’an School memberi ruang yang setara bagi seluruh anak untuk berkarya. Penampilan dilanjutkan oleh siswa SD yang menampilkan kemampuan terbaik mereka di atas panggung.

Acara semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh tiga qori cilik, Mushab, Rafa, dan Faris. Suasana religius berlanjut melalui penampilan Sholawat Badar, drama bertema Petuah Orang Tua, serta pentas Aku Jadi Hafiz Qur’an yang membangkitkan semangat para hadirin.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Mushab Alharamain Cendekia, Anwar, menjelaskan bahwa Ahlul Qur’an School mengusung dua kurikulum sekaligus, yaitu kurikulum Al-Qur’an dan kurikulum nasional, dengan keunggulan pada hafalan Al-Qur’an dan pembentukan karakter siswa.

“Al-Qur’an adalah kalamullah, dan mengajarkannya sejak dini adalah keharusan,” ujar Anwar.

Ia juga mengajak para orang tua untuk menghidupkan program mengaji bersama di rumah, agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah turut diperkuat dan diteladani dalam keseharian anak. Anwar menambahkan bahwa pihak sekolah turut memfasilitasi orang tua yang ingin belajar mengaji, sehingga semangat menghafal Al-Qur’an tidak hanya tumbuh pada anak, tetapi juga pada orang tua di rumah.

Penampilan dilanjutkan oleh siswa TK yang membawakan drama bertema Belajar Metode Ummi, menggambarkan secara langsung bagaimana proses belajar mengaji diterapkan di kelas. Semangat dan antusiasme anak-anak dalam drama ini turut menjadi sorotan hadirin.

Momen paling menyentuh hadir saat siswa membawakan lagu Cinta Orang Tua, sembari memberikan bunga kepada orang tua mereka masing-masing. Suasana semakin haru ketika anak-anak yang telah diwisuda sebagai hafiz Qur’an mempersembahkan mahkota kepada orang tua mereka sebagai simbol penghormatan dan rasa terima kasih.
Perwakilan orang tua dari jenjang TK dan TPQ turut memberikan sambutan, menyatakan dukungan penuh dan mengajak seluruh wali murid untuk bersama-sama membangun Ahlul Qur’an School ke arah yang lebih baik.
Salah satu orang tua membagikan kesaksian yang mengundang haru seluruh hadirin. “Ada perubahan yang bagus kepada anak-anak, terkhusus anak kami. Suatu ketika saya makan sambil berdiri, dari mulut anak saya terucap, ‘La yashrabanna ahadukum qoiman’ (janganlah salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri),” ujarnya, menceritakan bagaimana hafalan dan pemahaman Al-Qur’an anaknya kini tercermin langsung dalam keseharian di rumah.
Acara mencapai puncaknya dengan penyematan selempang dan penyerahan ijazah kepada para siswa yang telah berhasil menghafal 1 hingga 4 juz Al-Qur’an, sekaligus wisuda kelulusan bagi siswa TPQ dan TK. Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama.

Ahlul Qur’an School merupakan lembaga pendidikan Islam di bawah Yayasan Mushab Alharamain Cendekia yang menaungi TPQ, KB, TK IT, SD IT, dan TPA/Daycare, berlokasi di Desa Gunung Lagan, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.





